Kamis, 03 Februari 2022

Senam Irama


 Senam Irama



Senam irama merupakan jenis senam yang memiliki bermacam gerakan dan dilakukan seirama dengan musik yang mengiringinya. Senam ini bukan senam biasa, namun memiliki unsur-unsur yang harus dikuasai para pesenamnya, seperti keluwesan, keseimbangan, ketepatan dengan irama, dan lain-lain.

Adapun rangkaian senamnya biasa dimulai dengan berjalan, berlari, melompat, mengayun, atau berputar. Senam ini juga kerap disebut dengan senam ritmik, yang bisa dimainkan dengan alat bantu seperti gada, simpai, tali, pita, dan bola.

Sesuai dengan namanya, senam ini selalu dilakukan dengan iringan musik tertentu, maka dari itu senam ritmik atau irama ini masuk ke cabang senam artistik. Pesenam yang melakukan bisa perseorangan atau kelompok, yang pasti gerakannya selalu memiliki koreografi yang memiliki nuansa akrobatik, tari modern, dan balet.

Sejarah Keberadaan Senam Irama

Ada beberapa nama tokoh yang berpengaruh terhadap sejarah senam irama. Mereka ini adalah Jean George Noverre (1727-1810), Rudolf Bode (1881-1970), dan Francia Delsartre (1811-1871). Mereka percaya bahwa ekspresi gerak yang diciptakan oleh seseorang menggunakan tubuhnya dengan rangkaian gerak tertentu amatlah penting.

Gagasan ketiganya inilah yang kemudian memunculkan senam irama. Namun gagasan tersebut kemudian diteruskan oleh seorang Peter Henry Ling, yang pada abad ke 19 membuat Swedish System (Sistem Swedia), yaitu sebuah gerakan bebas yang pada akhirnya berkembang menjadi gymnastic estetis. Gymnastic ini menuntut seorang atlet untuk mengekspresikan diri dengan emosi dan perasaannya melalui gerakan tubuh.

Pada perkembangannya, ide tersebut dilanjutkan oleh Catharine Beecher, seorang pendiri Western Female Institute tahun 1837 di Ohio, Amerika Serikat. Ia membuat sebuah program dengan nama grace without dancing, yang meminta para pesenam perempuan untuk melakukan senam dari gerakan sederhana ke gerakan kompleks dengan iringan musik. Sejak inilah mulai banyak bermunculan gagasan tentang tubuh, ekspresi tubuh, serta musik dan berbagai jenis gerakan.

Kemudian, pada tahun 1900, sebuah sekolah bernama Gymnastic Rhythmic Swedia serta sekolah gymnastic lainnya mengembangkan gaya tersebut dengan berbagai kombinasi. Setelah itu pada tahun 1929, Hinrich Medau, mendirikan sebuah sekolah di Berlin sekaligus menciptakan sebuah gagasan gymnastic modern.

Ia menciptakan gymnastic modern dengan gaya berbeda dari sebelumnya, namun tetap mempertahankan dasar-dasar dari gaya sebelumnya. Medau ini juga yang kemudian mempelopori adanya sebuah sistem gerak senam menggunakan berbagai jenis alat, seperti tali, bola, pita, simpai, dan gada. Pertunjukan yang dilakukan oleh Medau ini selanjutnya menampilkan sesuatu yang beda, seperti pertunjukan balet kontemporer, akrobat, dan tari.

Lambat laun gerakan-gerakan gymnastic tersebut menjadi senam irama, yang dilombakan dalam sebuah kompetisi. Tahun 1940 kompetisi senam irama mulai digelar di Rusia. FIG sendiri di tahun 196 mulai memasukkan senam irama ini menjadi salah satu dari cabang senam. Awalnya senam ini diberi nama gymnastic, kemudian berubah menjadi gymnastic Rhythmic, dan perubahan terakhir menjadi gymnastic ritmik atau senam irama.

Dari sini kemudian muncul pertandingan bertaraf internasional. Pertandingan individu pertama kali dilaksanakan di Budapest tahun 1963. Setelah itu pertandingan kelompok atau grup mulai dilaksanakan di Denmark pada tahun 1967. Baru kemudian di tahun 1984 cabang lomba dengan kategori individu ini masuk Olimpiade di Los Angeles. Sementara kompetisi untuk kategori kelompok atau grup baru dimulai tahun 1996 saat Olimpiade Atlanta.

Unsur-unsur dalam Senam Irama

Seperti yang sudah disebutkan di atas, senam irama mempunyai beberapa unsur. Berikut adalah unsur-unsurnya:

1. Keindahan

Sebagai senam yang memakai ritme, maka gerakan senam ini mempunyai unsur keindahan. Di mana senam ini berasal dari wilayah pertunjukan, sehingga unsur keindahan gerakan menjadi poin penting dalam senam irama.

2. Ketrampilan

Unsur kedua dari senam ini adalah keterampilan. Dalam senam ritmik, yang menjadi nilai salah satunya adalah kreativitas atau keterampilan dalam menggerakkan badan serta membuat sebuah koreografi. Jika senam ini sedang dilombakan, maka nilai yang paling banyak perhitungannya biasa berasal dari keterampilan gerakan. Semakin luwes dan variatif gerakan yang dibuat, nilainya pun semakin tinggi.

3. Keluwesan

Selanjutnya ada keluwesan, di mana unsur ini juga menjadi penanda seberapa dalam seseorang melakukan senam. Sebab keluwesan dapat tercipta dari cara menyusun koreografi dan latihan secara teratur. Selain terpancar dari gerakan tubuh, keluwesan juga didapat dari gerakan lainnya.

4. Kelenturan

Unsur keempat adalah kelenturan, yang juga menjadi hal penting. Sebab senam irama juga erat kaitannya dengan nuansa balet dan akrobatik, yang gerakannya harus lentur. Selain itu keduanya juga harus diikuti dengan gestur tubuh yang biasa memakai  persendian ekstrim serta lekukan-lekukan tubuh.

5. Kekuatan

Setiap senam tentu membutuhkan energi. Ketika melaksanakan senam ini, Anda juga harus memiliki kekuatan. Kekuatan juga dibutuhkan dalam melakukan berbagai gerakan senam irama. Tanpa kekuatan, tentu gerakan senam tidak akan ada artinya.

6. Keseimbangan

Lalu ada unsur keseimbangan dalam melakukan gerakan senam irama. Unsur ini terutama dipakai ketika melangsungkan koreografi yang cukup rumit. Gerakan senam yang sulit juga membutuhkan keseimbangan, seperti memutar badan dengan satu kaki, atau menangkap bola.

7. Ketepatan irama

Unsur terakhir dalam gerakan senam irama adalah ketepatan setiap gerakan dengan irama. Sebab senam ini tak hanya bergantung pada hitungan ketukan saja. Seorang atlet senam ritmik pun harus melakukan penghitungan waktu  saat alat harus dilempar dan ditangkap. Selain itu, setiap gerakan juga harus sesuai dengan ketukan musik yang diputar.

Manfaat Senam Irama bagi Kesehatan Tubuh

Senam irama termasuk salah satu jenis olahraga yang banyak diminati oleh para kaum hawa. Karena masuk ke dalam daftar olahraga, tak heran jika senam ini memiliki banyak manfaat kesehatan bagi tubuh.

Salah satunya adalah dapat membakar lemak berlebih pada tubuh. Setiap unsur pada gerakan senam seperti keluwesan dan keseimbangan harus dilakukan sesuai dengan iringan musik yang digunakan.

Jadi, sebenarnya olahraga ini bisa dibilang bertolak belakang dengan olahraga berat seperti bersepeda, berenang, atau jogging. Olahraga tersebut membutuhkan kekuatan paru-paru dan jantung. Namun meski dalam senam irama tidak membutuhkan keduanya, banyak manfaat kesehatan bagi tubuh yang melakukan senam. Berikut adalah beberapa manfaat senam ritmik ini:

1. Melatih keseimbangan

Keseimbangan menjadi salah satu unsur senam yang perlu dipenuhi. Dengan unsur inilah, Anda juga bisa melatih keseimbangan pada tubuh. Sehingga dapat membantu menjaga postur tubuh dan meminimalkan risiko pembengkokan pada tulang belakang.

2. Menambah kekuatan otot

Jika Anda sudah sering melakukan senam irama, maka jaringan otot pada tubuh akan semakin kuat dan lentur. Sebab ada banyak gerakan ringan yang bisa dilakukan saat senam. Hal tersebut tentu membuat tubuh jadi lebih banyak menjangkau gerakan-gerakan.

Apalagi semakin lama berlatih, otot-otot juga akan lebih nyaman digerakkan. Jadi dengan senam irama, Anda memiliki kesempatan untuk mencegah tubuh mengalami cedera ketika harus melakukan banyak aktivitas atau gerakan fisik dalam kegiatan sehari-hari.

3. Mengoptimalkan fungsi otak

Manfaat ketiga dari senam ini yaitu dapat mengoptimalkan fungsi otak. Sebab ketika senam berlangsung akan ada irama yang harus diperhatikan. Iringan alunan musik yang menjadi irama ini dipercaya mampu menurunkan hormon yang bisa membuat stres, seperti hormon kortisol dan epinefrin. Kedua hormon tersebut nantinya akan menjadi antidepresan dalam bentuk norepinefrin.

4. Membantu menyehatkan mental

Keempat manfaat yang bisa didapat adalah kesehatan secara mental. Berdasarkan sebuah penelitian disebutkan, anak-anak yang melakukan senam irama dapat memiliki kemampuan memecahkan masalah dan fokus yang jauh lebih baik. Sehingga nilai akademik anak-anak pun akan meningkat. Kemudian bagi orang dewasa, senam ritmik ini dipercaya bisa menghilangkan stres dan menjaga kesehatan mental mereka.

5. Meningkatkan fleksibilitas pada anak

Kelima, bagi anak-anak yang sering melakukan senam irama, tentu sudah tahu bahwa gerakan senam ini sebenarnya cukup rumit. Kesulitan tersebut karena biasanya akan menuntut elastisitas tubuh yang bagi beberapa anak perlu latihan khusus.

Jadi ketika gerakan ini dilakukan secara rutin, dapat membantu anak mendapatkan fleksibilitas dan stabilitas, sehingga membuat otot mereka lebih kuat. Selain itu, dengan senam ini anak-anak juga dapat meningkatkan nafsu makan dan metabolisme tubuh.

6. Melatih konsentrasi anak

Dalam melakukan setiap gerakan pada, tak hanya fisiknya saja yang harus aktif. Namun juga harus mengaktifkan fokus di setiap gerakan yang sudah direncanakan.

Apalagi saat senam, selain memperhatikan gerakan, Anda juga harus mendengarkan irama, sehingga gerakan dapat lebih harmonis dengan irama yang ada. Dengan begitu, ingatan dan juga perhatian pun ikut dilatih di sini. Maka dari itu, selain melatih tubuh secara fisik, senam ritmik juga melatih fokus dan konsentrasi.

7. Membantu meningkatkan kepercayaan diri dan harga diri pada anak

Ada banyak unsur yang harus dipenuhi saat melakukan senam ini, seperti keluwesan, keseimbangan, kelenturan, kelincahan, dan juga keanggunan. Dengan begitu banyak unsur, tentu akan ada banyak hal yang dipelajari oleh anak saat senam. Hal tersebut ternyata juga mampu membantu anak lebih aktif dan percaya diri.

Sebab dalam melakukan gerakan mereka harus maksimal dan akan dinilai oleh instruktur atau pelatih. Anak pun pada akhirnya juga akan belajar lebih percaya diri dalam bergerak dan menghargai kemampuan dirinya. Sebab gerakan senam juga tidak semuanya mudah dilakukan. Ada berbagai gerakan yang butuh latihan berkali-kali supaya nampak luwes dan anggun.

Senin, 06 September 2021

Permainan Bola Kecil : Bulutangkis (Badminton)


 Bulu tangkis atau sering disebut badminton adalah salah satu cabang olahraga yang populer di Indonesia. Olahraga ini banyak diminati masyarakat, karena selain dapat diperlombakan, dapat juga untuk sekedar berolahraga ketika ada waktu luang. Perlengkapan utamanya pun cukup sederhana, yaitu raket dan shuttlecock.

Di Indonesia, banyak atlet yang berprestasi dalam olahraga bulu tangkis. Untuk menjadi pemain yang berprestasi tentunya harus berlatih keras dan hal yang paling utama adalah mengetahui teknik dasarnya. Nah, kali ini kami akan memberikan lengkap mengenai teknik dasar bulu tangkis.

Cara bermain bulu tangkis yang benar membutuhkan kecermatan, kelincahan, dan juga ketangkasan. Selain itu, perlu juga memiliki pemahaman dasar mengenai teknik-teknik yang digunakan. Berikut teknik dasar bulu tangkis :

  1. Teknik Memegang Raket,
  2. Teknik Pukulan.
  3. Teknik Gerakan Kaki.
  4. Posisi Badan.
  5. Posisi Badan Ketika Melakukan Pukulan.
  6. Teknik Servis.
  7. Teknik Mengembalikan Servis.
  8. Teknik Overhead.
  9. Teknik Smash

1. Teknik Memegang Raket

Teknik bulu tangkis yang pertama adalah cara memegang raket. Raket merupakan salah komponen penting dalam permainan bulu tangkis yang berfungsi untuk menghasilkan pukulan yang berkualitas. Karena itu, penting untuk menguasai teknik memegang raket yang benar. Ada 2 teknik dalam memegang raket, yaitu teknik forenhand dan backhand.

Teknik Forehand
Teknik ini bisa dilakukan dengan tangan kanan maupun tangan kiri. Cara melakukannya, pertama posisi kepala raket sedikit menyamping kemudian pegang raket dengan cara seperti bersalaman. Posisi jari telunjuk dan ibu jari terdapat jarak seperti huruf V. Sementara jari yang lainnya menggenggam erat raket.

Teknik Backhand
Cara melakukan teknik ini yaitu posisikan kepala raket sedikit menyamping, lalu posisi ibu jari sedikit terpisah dari keempat jari lainnya. Lalu keempat jari lainnya menggenggam erat raket.



2. Teknik Pukulan

Teknik dasar bulu tangkis yang kedua yaitu teknik pukulan. Pada umumnya, atlet bulu tangkis menggunakan teknik forehand ketika melakukan pukulan. Berikut adalah teknik ketika melakukan pukulan :



  1. Pegang raket dengan teknik forehand.
  2. Posisi kaki kiri dan kanan menyilang (kaki kiri berada di depan dan kaki kanan berada di belakang).
  3. Miringkan badan sedikit ke arah kanan.
  4. Pukul shuttlecock dengan menggerakan/mencondongkan bahu ke depan.
  5. Jika ingin melakukan pukulan clear, pukul shuttlecock sekeras mungkin.

3. Teknik Gerakan Kaki

Teknik dasar bulu tangkis yang selanjutnya yaitu gerakan kaki atau footwork. Dalam permainan bulu tangkis ada satu keahlian dasar yang harus dimiliki yaitu kelincahan. Seorang pemain bulu tangkis harus lincah dalam bergerak, tidak hanya tangan saja yang lincah dalam melakukan pukulan tetapi gerakan kaki juga harus lincah dalam bergerak.



Hal ini karena untuk menghasilkan pukulan yang berkualitas dan mematikan, harus ada harmonisasi antara tangan, kaki dan anggota tubuh yang lain. Kerja sama antara anggota tubuh sangat diperlukan untuk melakukan serangan maupun bertahan dari serangan lawan.

4. Posisi Badan

Selanjutnya adalah sikap atau posisi badan. Hal ini berkaitan berkaitan dengan keseimbangan tubuh. Selain ketangkasan dan kelincahan, keseimbangan tubuh juga sangat dibutuhkan dalam permainan bulu tangkis.




Menjaga keseimbangan dengan posisi badan yang benar ketika melakukan serangan atau bertahan akan membuat performa menjadi lebih maksimal. Oleh karena itu, sangat penting untuk berlatih menjaga keseimbangan tubuh. Berikut cara yang bisa kamu lakukan untuk menjaga keseimbangan tubuh :

  • Posisi badan bertumpu pada kedua kaki. Baik ketika melakukan serangan atau ketika bertahan.
  • Tekuk kedua lutut, lalu berdiri dengan ujung kaki sampai pinggang berada posisi tegak.
  • Buka kaki selebar bahu dengan posisi sejajar atau salah satu kaki berada di depan.
  • Tangan yang tidak memegang raket berada di samping badan, agar tangan yang memegang raket bisa bergerak bebas.

5. Posisi Badan Ketika Melakukan Pukulan

Posisi badan ketika melakukan pukulan juga menjadi poin penting yang harus diperhatikan untuk mendapatkan pukulan yang berkualitas dan maksimal. Berikut adalah posisi badan yang benar ketika melakukan pukulan :

  • Posisi badan sedikit menyamping ke arah net.
  • Kaki kiri berada di depan kaki kanan.
  • Posisi badan berada di belakang shuttlecock
  • Bahu kanan sedikit ditarik ke arah belakang.
  • Harus ada pergantian posisi bahu kanan dan kaki kanan ketika sedang melakukan pukulan.



6. Teknik Servis

Teknik dasar bulu tangkis yang selanjutnya yaitu teknik servis. Servis adalah salah satu pukulan dari berbagai macam pukulan yang ada dalam permainan bulu tangkis. Servis dilakukan dengan cara mengarahkan shuttlecock ke kiri, kanan, depan atau belakang pemain lawan. Ada tiga cara dalam melakukan teknik servis yaitu :

Forehand Pendek
Servis ini dilakukan dengan sedikit tenaga atau mengayunkan raket tidak terlalu kuat. Ketika melakukan servis iini, posisi jatuhnya shuttlecock tidak akan jauh dari net area pemain lawan.



Forehand Tinggi
Servis ini menggunakan tenaga yang kuat atau tenaga penuh. Posisi jatuhnya shuttlecock akan jauh dari net atau di belakang area pemain lawan. Biasanya ketika melakukan servis ini, pemain akan membuka kaki selebar pinggang dengan posisi tubuh sedikit menyamping. Hal ini berguna untuk memperkokoh posisi berdiri pemain.

Backhand Service
Teknik servis ini dilakukan dengan menggunakan tenaga dan ayunan raket yang sedang. Ketika melakukan servis ini, posisi kaki disesuaikan dengan tangan yang sedang memegang raket. Jika yang memegang raket adalah tangan kanan, maka kaki kananlah yang berada di depan, begitu juga sebaliknya.



7. Teknik Mengembalikan Servis




Teknik dasar bulu tangkis yang selanjutnya yaitu teknik mengembalikan servis. Ada 2 cara mengembalikan servis, yaitu dengan teknik dropshot dan netting.

Teknik Dropshot
Teknik dropshot merupakan teknik dimana cara melakukannya sama seperti smash namun pukulan yang dihasilkan tidak terlalu bertenaga. Teknik ini bertujuan untuk mematikan pergerakan lawan. Teknik ini biasanya digunakan untuk mengecoh lawan.

Teknik Netting
Teknik netting adalah teknik melakukan pukulan dengan perlahan dan mengarahkan shuttlecock jatuh sedekat mungkin dari net. Teknik ini termasuk teknik yang sangat sulit dilakukan. Bahkan, pemain profesional pun kadang gagal dalam melakukan teknik ini.

8. Teknik Overhead



Teknik overhead dilakukan ketika posisi jatuhnya shuttlecock berada di belakang tubuh kita berdiri. Teknik ini dilakukan dengan cara memukul shuttlecock seperti halnya melempar sesuatu. Gunakan teknik forehand untuk memegang raket.

9. Teknik Smash

Sama halnya dalam permainan bola voli, permaian bulu tangkis juga terdapat teknik smash. Teknik smash dalam permainan bulu tangkis juga hampir mirip seperti teknik smash dalam permaian bola voli. Hanya saja dalam permaianan bulu tangkis teknik smash dilakukan dengan menggunakan raket.



Cara melakukan teknik smash yang benar yaitu dengan melakukan lompatan tinggi dibarengi dengan memukul shuttlecock dengan kuat ke arah daerah lawan. Jika teknik smash ini dilakukan dengan benar, maka akan menghasilkan gerakan shuttlecock yang tajam dan mematikan.


Senin, 30 Agustus 2021

Permainan Bola Basket


 

Bola basket adalah olahraga bola berkelompok yang terdiri dari dua tim dengan masing-masing tim berisi lima orang. Kedua tim tersebut saling bertanding untuk mencetak poin dengan memasukkan bola ke keranjang lawan sebanyak-banyaknya.

Olahraga tersebut sangat populer di Amerika Serikat dan penduduk di belahan bumi lainnya, seperti Eropa Selatan, Lithuania, hingga Indonesia.

Tak sedikit kompetisi bola basket digelar setiap tahun, seperti British Basketball League (BBL) di Inggris, National Basketball Association (NBA) di Amerika, hingga Indonesia Basketball League (IBL).

Bola basket bisa dilakukan di lapangan terbuka (outdoor) atau ruang tertutup (indoor). Standar internasional permainan bola basket adalah empat babak, waktu setiap babaknya adalah 10 menit (4×10 menit), dengan jeda waktu istirahat 10 menit.

Namun, khusus untuk ajang NBA, berbeda. Kompetisi tersebut menggunakan format 12 menit per babaknya (4×12 menit).


Sejarah Bola Basket



Basket merupakan permainan yang diciptakan seorang guru olahraga bernama James Naismith pada 1891-an. Kala itu, James ingin membuat permainan yang bisa dimainkan murid-muridnya dalam ruangan tertutup, terutama saat musim dingin.

Namun, basket yang dilakukan James berbeda dari yang sekarang. James hanya membuat beberapa aturan dasar agar bisa diterima banyak orang.

Beberapa aturan yang diterapkan James, antara lain setiap tim terdiri dari sembilan orang dan tidak adanya teknik dribble. Jadi, saat itu menggiring hanya dilakukan dengan cara melempar bola.

Seiring berjalannya waktu, pemainan ini terus berkembang dan mulai dinamakan sebagai basketball. Permainan ini menyebar di Amerika dan terus berkembang pesat sampai sekarang.

Untuk wilayah Asia, China menjadi satu di antara negara pertama yang mulai mengenal olahraga basket, selain Jepang dan Filipina. Pada 1920-an, orang-orang China merantau ke Indonesia dan secara tak langsung ikut memperkenalkan olahraga basket.

Pada 1930-an, perkumpulan-perkumpulan basket mulai bermunculan di berbagai kota di Indonesia, mulai di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, hingga Medan. Basket kemudian makin berkembang pesat setelah Indonesia merdeka pada 1945.


Peraturan Permainan Bola Basket



Berikut ini peraturan dasar permainan bola basket:

1. Pemain ini dapat melemparkan bola dari segala arah, di mana menggunakan satu di antara atau kedua tangan.

2. Pemain tidak bola berlari sambil memegang bola. Bola harus dilemparkan di titik pemain yang menerima bola.

3. Bola harus dipegang, baik di dalam atau di antara telapak tangan.

4. Pemain tidak diperbolehkan menjegal pemain lawan dengan cara apa pun. Tindakan menjegal lawan dapat dikenai sanksi pelanggaran yang berat.

5. Jika salah seorang pemain melakukan kesalahan tiga kali berturut-turut, maka kesalahan tersebut akan dihitung poin untuk lawan.

6. Poin ini akan diperoleh jika bola yang dilemparkan masuk ke keranjang.

7. Jika bola akan terlempar keluar dari arena pertandingan, maka yang berhak memainkannya pertama kali merupakan seorang pemain pertama yang menyentuhnya.

8. Waktu pertandingan ialah empat kuarter, yang masing-masing berdurasi 10 menit.

9. Tim yang berhasil memasukkan bola ke ring dengan jumlah poin terbanyak itulah yang dinyatakan sebagai pemenang.

 

Ukuran Lapangan Bola Basket



  • Panjang: 28 meter
  • Lebar: 15 meter
  • Diameter lingkaran tengah: 3,6 meter
  • Jarak garis tiga poin ke ring: 6,75 meter
  • Jarak garis busur ring basket: 1,25 meter

 

Ukuran Ring dan Tiangnya



  • Tinggi ring: 3,05 meter
  • Diameter ring: 45cm
  • Jarak tiang ring ke endline: 1 meter
  • Panjang papan pantul: 1,8×1,05 meter
  • Ukuran kotak tengah papan pantul: 59x45cm
  • Jarak papan pantul ke endline: 1,2 meter
Manfaat Berlatih/Bermain Bola Basket


1. Melatih otot tubuh. Faktanya, olahraga ini mampu menggerakkan seluruh organ tubuh secara intens.

2. Menjaga ketahanan tubuh. Gerakan-gerakan saat bermain bola basket dapat membuat badan menjadi lincah sehingga mampu menjaga ketahanan tubuh.

3. Menahan imunitas tubuh. Tak hanya buah-buahan yang mampu mengoptimalkan sistem imun tubuh, tetapi olahraga bola basket juga bisa melakukannya.

4. Membangun keseimbangan dan koordinasi tubuh. Bermain bola basket adalah olahraga yang dilakukan antara kerja sama tangan, kaki, dan mata.

5. Meningkatkan keterampilan motorik. Setiap pemain harus menggerakkan hampir seluruh anggota tubuh, yang merupakan inti dalam olahraga ini sehingga mampu meingkatkan saraf motorik.

6. Membentuk tubuh ideal. Permainan bola basket adalah aktivitas yang sangat identik dengan olahraga fisik, karena itulah kalori akan terbakar dengan sendirinya.

7. Tubuh menjadi lebih tinggi. Tak sedikit atlet bola basket memiliki badan yang tinggi. Hal itu dikarenakan permainan bola basket mampu meregangkan otot kaki, tulang belakang, serta tulang kaki.

8. Menurunkan berat badan. Olahraga bola basket dapat membakar sekitar 700-750 kalori yang ada sehingga lemak yang berlebih akan hilang saat bermain.

9. Menghindari osteoporosis. Hal ini bermanfaat lantaran melakukan aktivias lari dapat membuat tulang-tulang dalam tubuh akan makin kuat jika dilakukan secara teratur.

10. Meningkatkan kesehatan kardiovaskular. Bola basket adalah permainan cepat yang melibatkan banyak lari, dribbling, berbalik cepat, passing, melompat, dan melempar bola ke ring.

Senin, 23 Agustus 2021

Permainan Bola Voli

Permainan Bola Voli termasuk salah satu olahraga yang diminati oleh banyak orang, termasuk masyarakat Indonesia. Di Indonesia sendiri sudah terbentuk organisasi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia yang bertanggung jawab memantau perkembangan olahraga ini di dalam negeri.

Permainan yang satu ini bisa di mainkan oleh siapa saja, secara umum untuk bisa bermain bola voli memerlukan 2 regu masing-masing 6 orang, dan juga lapangan voli, bola beserta net-nya. 

Apabila Anda ingin mengenal voli lebih dekat atau bahkan menekuninya dengan serius, ada banyak hal yang harus diketahui terlebih dahulu. Anda sebaiknya memahami sejarah, teknik dasar, sekaligus peraturan permainan bola voli.







Pengertian Permainan Bola Voli

Permainan Bola Voli merupakan olahraga yang menggunakan bola berbahan karet atau kulit dan dimainkan secara berkelompok oleh dua tim. Setiap tim terdiri dari 6 orang pemain yang area permainannya dipisahkan oleh net.

Tujuan olahraga ini adalah memukul bola hingga melewati net sekaligus menjatuhkannya ke lantai lapangan di area lawan. Cara memukul bolanya pun tidak boleh sembarangan, karena ada teknik-teknik tertentu yang harus dikuasai para pemain.

Permainannya sendiri dibagi menjadi 2–3 babak. Tim yang mendapatkan skor 25 terlebih dahulu akan dinyatakan sebagai pemenang di babak tersebut. Pemenang pertandingan adalah tim yang berhasil memenangkan dua babak.

Sejarah Bola Voli 

Olahraga bola voli diciptakan pertama kali oleh William G. Morgan di sekitar akhir abad 19. William G. Morgan dahulunya bekerja di Young Men’s Christian Association (YMCA) di Massachusetts, khususnya di bidang pendidikan jasmani. 

William G. Morgan awalnya terinspirasi dari basket yang diciptakan oleh James Naismith. William rupanya ingin menciptakan sebuah permainan untuk orang-orang tua, sebuah olahraga yang tidak terlalu menuntut kekuatan fisik seperti berlari.

Dari sinilah William akhirnya menciptakan permainan yang diberi nama mintonetteMintonette yang dikenal sebagai voli di zaman sekarang ini merupakan olahraga yang menggabungkan unsur basket, bulu tangkis, hingga baseball.

Seiring dengan berjalannya waktu, mintonette disukai oleh banyak orang dan permainan ini pun semakin berkembang. Namanya pun resmi berubah menjadi volleyball (bola voli) pada tahun 1896.

Di Indonesia sendiri, permainan bola voli ini sudah dikenal sejak masa penjajahan. Negara Belanda dulunya “membawa" olahraga ini ke Indonesia dan memainkannya bersama golongan bangsawan.

Sejak saat itulah olahraga voli terus mengalami perkembangan, terutama setelah Indonesia merdeka. Klub-klub bola voli mulai bermunculan di berbagai daerah. Pada tahun 1955, akhirnya dibentuklah sebuah organisasi untuk olahraga voli, yaitu PBVSI.

Peraturan Permainan

Salah satu syarat untuk bisa memainkan bola voli adalah memahami peraturannya. Olahraga ini pun memiliki sejumlah aturan yang berkaitan dengan hal teknis, pelanggaran, serta penghitungan skor.

1. Aturan Main dan Pelanggaran

  • Setiap tim terdiri dari enam orang. Ada empat peran yang harus dimiliki setiap tim, yaitu spikertosserdefender, dan libero.
  • Jumlah pemain dalam satu tim minimal empat orang.
  • Permainan dimulai dengan lempar koin untuk menentukan tim mana yang berhak melakukan servis pertama kali.
  • Servis dilakukan di luar garis lapangan dan bola harus bisa melewati net.
  • Bola dinyatakan out apabila keluar dari garis lapangan.
  • Pemain harus melakukan passingsmash, dan teknik lainnya di area lapangannya sendiri. Artinya, pemain tidak boleh sampai melewati batas net atau masuk ke area lawan.
  • Bola dinyatakan masuk apabila sudah menyentuh lantai dan berada di dalam garis lapangan permainan.
  • Pemain hanya boleh memukul/memantulkan bola, bukan menangkap atau melemparnya seperti pada permainan basket. Menangkap dan melempar bola akan dinilai sebagai suatu pelanggaran.
  • Pemain boleh menggunakan anggota tubuh mana saja untuk memantulkan bola. Pemain dianggap melakukan pelanggaran apabila memantulkan bola dengan cara menendang.
  • Tidak ada batasan untuk pergantian pemain dan boleh dilakukan berkali-kali.
  • Pemain dilarang menyentuh net secara sengaja maupun tidak sengaja.
  • Berbicara kasar, baik kepada tim lawan maupun wasit, bisa dianggap sebagai pelanggaran.
2. Penghitungan Skor

Permainan bola voli biasanya berlangsung selama 2–3 set. Dua babak pertama akan menentukan apakah set tambahan perlu dilakukan atau tidak. Apabila ada tim yang langsung memenangkan dua set secara berturut-turut, pertandingan tidak perlu dilanjutkan.

Tim yang menang tadi langsung dinyatakan sebagai pemenang. Bila kedua tim sama-sama menang di dua set pertama, pertandingan akan berlanjut sampai set ketiga. Babak inilah yang akan menentukan siapa pemenangnya.

Sementara untuk penghitungan skor, olahraga ini menggunakan sistem rally point dengan jumlah poin 25. Artinya, tim yang mendapatkan poin 25 terlebih dahulu akan dinyatakan menang di babak tersebut.

Akan tetapi, apabila terjadi skor seri (misalnya 24-24), poin kemenangan akan berubah. Pertandingan otomatis dilanjutkan sampai ada salah satu tim yang berhasil memimpin dengan selisih dua angka.

Ukuran Lapangan Bola Voli

Sama seperti olahraga lainnya, voli juga dimainkan di lapangan dengan ukuran tertentu. Tak hanya luas lapangan, Anda juga harus mengetahui setiap aspek yang ada di dalamnya, termasuk net dan bola.

1. Lapangan Bola Voli

  • Panjang : 18 meter
  • Lebar : 9 meter
  • Lebar garis lapangan : 5 cm
  • Area serang : 3 meter dari garis tengah
  • Panjang area servis : 3 meter di belakang garis lapangan


2. Net Bola Voli
  • Tinggi net untuk voli putra : 2,43 meter
  • Tinggi net untuk voli putri : 2,24 meter
  • Panjang net : 9 meter
  • Lebar net : 1 meter
  • Jarak tiang net dengan garis tepi lapangan : 0,5–1 meter
  • Lebar pita tepian net : 5 cm
  • Ukuran jaring : 10 cm (berbentuk persegi)
  • Tinggi antena : 80 cm di atas net


3. Bola Voli
  • Bahan : kulit atau yang sintetis
  • Bentuk : bulat sempurna
  • Diameter : 18–20 cm
  • Keliling lingkaran : 65–67 cm
  • Berat : 260–280 gram
  • Tekanan : 4,26 – 4,61 hPa/psi


Teknik Dasar Bola Voli

Bermain voli membutuhkan teknik-teknik tertentu, jadi pemain pun tidak bisa memukul bola seenaknya. Setidaknya ada empat teknik dasar yang harus dikuasai oleh para pemain, yaitu servis, passingsmash, dan juga blocking.

1. Servis

Servis adalah memukul bola dari luar garis lapangan untuk memulai permainan. Servis bisa sangat menentukan jalannya permainan, karena itu pukulan bola harus dilakukan dengan kuat dan tepat. Melakukan servis pun tidak boleh sembarangan dan ada tekniknya.




Macam-macam servis sebagai berikut.

a. Servis Bawah




Servis ini cocok dilakukan oleh pemula, langkah awalnya dengan memegang bola di tangan kiri, posisikan agak di depan badan dan sejajar pinggang. Tangan kanan (posisi mengepal) kemudian berayun dari belakang ke depan dan memukul bola dari arah bawah.

b. Servis Atas



Servis ini dilakukan dengan posisi bola berada di atas. Servis ini pun bisa dilakukan dengan beberapa jenis teknik, misalnya floating dan jumping service.

c. Floating Service

Floating atau mengapung, artinya pemain melambungkan bola hingga ke atas kepala. Setelah itu, pemain langsung memukulnya hingga bola melesat ke depan dan melewati net.

d. Jumping Service



Sesuai namanya, servis ini dilakukan dengan cara melompat. Pemain melambungkan bola ke atas lalu melompat sambil melakukan pukulan dengan kuat.

2. Passing

Teknik passing dilakukan untuk mengendalikan permainan. Pemain dapat melakukan passing untuk menerima bola, menangkis, sekaligus mengembalikan serangan lawan. Passing juga berguna untuk mengoper bola atau memberikan umpan kepada rekan satu tim.

Sama seperti servis, passing juga dilakukan dengan dua macam cara.

a. Passing Atas
Teknik ini biasanya dilakukan untuk memberikan umpan kepada rekan setim yang akan melakukan smashPassing atas dilakukan dengan kedua tangan. Bola diterima dengan kedua telapak tangan lalu melambungkannya lagi ke atas atau ke arah yang diinginkan.



b. Passing Bawah
Teknik ini dilakukan ketika bola sudah berada di posisi rendah (di bawah kepala). Teknik inipun dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu satu dan dua tangan.



c. Passing Bawah Satu Tangan
Passing ini dilakukan saat posisi pemain terlalu jauh dari bola. Pemain harus membungkuk dan mengulurkan satu tangan untuk memukul/mengembalikan bola. Tak jarang pemain harus sambil melompat dan terjatuh demi menyelematkan bola.



d. Passing Bawah Dua Tangan

Cara melakukannya dengan menjatuhkan kedua tangan untuk menerima bola yang jatuh tepat di depan pemain. Ada dua teknik yang bisa dilakukan, yaitu the dig dan thumb over palm.

Cara melakukan the dig adalah dengan tangan kanan diletakkan pada telapak kiri. Setelah itu, ibu jari kiri menggenggam jari-jari tangan kanan. Sedikit berbeda dari the digthumb over palm dilakukan dengan cara mengepalkan tangan.

Tangan kiri mengepal lalu diletakkan pada telapak kanan. Jari-jari sebelah kanan lalu menggenggam seolah menutup kepalan tangan kiri. Sementara itu, kedua ibu jari berada di bagian atas.

3. Smash atau Spike



Smash termasuk dalam teknik menyerang yang membutuhkan insting, kekuatan tangan, dan juga keakuratan tinggi. Smash bertujuan untuk mematahkan serangan lawan sekaligus untuk mencetak poin.

Teknik melakukan smash pun hampir mirip seperti jumping service, yaitu dengan cara melompat dan memukul bola dengan sangat kuat. Setidaknya, ada empat tahap gerakan dalam melakukan smash, yaitu berlari, melompat, memukul bola, lalu mendarat.

Smash sebenarnya cukup sulit untuk dipelajari, tetapi teknik ini bisa menjadi penentu kemenangan apabila tembakannya bagus dan tepat sasaran. Ada beberapa teknik smash yang bisa Anda pelajari bila ingin menekuni voli, contohnya sebagai berikut

a. Open Smash
Setelah ada pemain yang memberikan umpan, pemukul (spiker) akan melakukan gerakan awalan, yaitu melangkah lebar lalu melompat ke arah bola. Saat berada di posisi puncak loncatan, spiker langsung memukul bola dengan sangat keras.

b. Quick Smash
Spiker melompat lebih dulu dan siap dalam posisi melakukan smash. Di waktu yang bersamaan, pemain lain langsung memberikan umpan kepada spiker. Teknik ini harus dilakukan dengan cermat karena membutuhkan timing yang tepat.

c. Semi Smash
Spiker berjalan perlahan menuju arah jatuhnya bola. Saat bola berada di posisi sekitar 1 meter di atas net, spiker langsung melompat dan memukul bola ke arah tim lawan.

4. Blocking



Teknik ini berguna untuk menahan serangan sekaligus mencegah agar lawan gagal mencetak poin. Cara melakukan blocking adalah berdiri di dekat net dan harus dalam posisi siap melompat.

Ketika serangan bola datang, pemain harus langsung melompat sambil mengangkat kedua tangan untuk menghalau bola. Teknik ini memang terlihat lebih mudah ketimbang yang lainnya, tetapi blocking tetap membutuhkan latihan agar pemain bisa menguasainya.

Senam Irama

 Senam Irama Senam irama merupakan jenis senam yang memiliki bermacam gerakan dan dilakukan seirama dengan musik yang mengiringinya. Senam i...